1. Sebuah Departemen Store memiliki 3 departemen
utama, yaitu Departemen Makanan, Departemen Kelontong, dan Departemen
Obat-obatan. Berikut ini taksiran perhitungan laba rugi untuk setiap
departemen.
|
|
Departemen |
|||
|
|
Makanan |
Kelontong |
Obat-obatan |
Jumlah |
|
Hasil Penjualan |
5.000.000 |
4.000.000 |
500.000 |
9.500.000 |
|
Biaya variabel |
4.000.000 |
2.800.000 |
300.000 |
7.100.000 |
|
Margin kontribusi |
1.000.000 |
1.200.000 |
200.00 |
2.400.000 |
|
Biaya tetap: |
|
|
|
|
|
- Terhindarkan |
750.000 |
500.000 |
75.000 |
1.325.000 |
|
- Tak Terhindarkan |
350.000 |
500.000 |
100.000 |
950.000 |
|
Jumlah |
1.100.000 |
1.000.000 |
175.000 |
2.275.000 |
|
Laba/Rugi |
-100.000 |
200.000 |
25.000 |
125.000 |
Manajemen Departemen Store mengambil keputusan
untuk meneruskan atau meniadakan Departemen makanan yang dalam beberapa tahun
terakhir selalu merugi.
Jika dengan meniadakan Dept. Makanan, perusahaan
bermaksud menambah Dept. baru yaitu Dept. Kosmetik.
Perusahaan harus menganalisis pendapatan
diferensial dan biaya diferensial antara tetap meneruskan Dept. Makanan dengan
meniadakan Dept. Makanan dan menambah Dept. Kosmetik.
Data Dept. Kosmetik: taksiran hasil penjualan Rp.
3.000.000, biaya variabel Rp. 2.100.000, dan biaya tetap terhindarkan Rp.
350.000
Buatlah analisis dan kesimpulan dari data di atas!
2. PT. ANDALAS mempunyai mesin lama dengan harga
perolehan Rp. 4.000.000 dan nilai sisa Rp. 1.600.000, biaya penyusutan Rp.
2.400.000. Mesin tersebut direncanakan akan disewakan, dengan biaya sewa Rp.
2.500.000. Untuk bisa disewakan, dengan biaya sewa Rp. 2.550.000. Untuk bisa
disewakan mesin tersebut harus direparasi dengan biaya Rp. 700.000.
Selain
itu PT. ANDALAS juga mempunyai alternatif untuk menjual mesin lama tersebut
seharga Rp 2.000.000. Biaya komisi untuk perantara Rp. 120.000. Dari 2
alternatif di atas sebaiknya kapan PT. ANDALAS menyewakan atau menjual mesin lama
tersebut?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar