Kamis, 05 November 2026

Cash Conversion Cycle

 Cash Conversion Cycle (CCC) adalah indikator untuk mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh Perusahaan untuk mengubah investasi dalam persediaan dan piutang menjadi kas Kembali.

Cash Conversion Cycle memiliki beberapa komponen yang dihitung dari 3 bagian utama:

  1. Days Inventory Outsanding (DIO) yaitu berapa rata-rata hari dari barang yang tersedia di gudang sebelum terjual.
  2. Days Sales Outstanding (DSO) yaitu berapa rata-rata hari yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk menunggu pembayaran dari pelanggan setelah penjualan kredit.
  3. Days Payable Outstanding (DPO) yaitu berapa rata-rata hari yang dibutuhkan oleh Perusahaan untuk membayar utang kepada kreditur.

Rumus:

Cash Conversion Cycle (CCC) = DIO + DSO – DPO

Contoh

PT Sejahtera merupakan perusahaan yang menjual minuman kemasan. Selama satu tahun terakhir, perusahaan rata-rata menyimpan persediaan sebesar Rp180.000.000 untuk memenuhi permintaan pasar, dengan total HPP mencapai Rp900.000.000. Perusahaan juga memberikan kredit kepada pelanggan, sehingga piutang rata-rata tercatat Rp120.000.000 dari total penjualan tahunan Rp1.800.000.000. Di sisi lain, perusahaan membeli bahan baku secara kredit, dan rata-rata memiliki utang usaha sebesar Rp75.000.000 dari total pembelian Rp600.000.000.
Berdasarkan informasi tersebut, hitunglah berapa Cash Conversion Cycle (CCC) perusahaan.

  • Days Inventory Outstanding (DIO)

DIO = (180.000.000 / 900.000.000) × 365

DIO = 0,2 × 365 = 73 hari

  • Days Sales Outstanding (DSO)

DSO = (120.000.000 / 1.800.000.000) × 365

DSO = 0,0667 × 365 = 24,3 hari ≈ 24 hari

  • Days Payable Outstanding (DPO)

DPO = (75.000.000 / 600.000.000) × 365

DPO = 0,125 × 365 = 45,6 hari ≈ 46 hari

  • Cash Conversion Cycle (CCC)

CCC = 73 + 24 – 46 = 51 hari

PT Sejahtera Sentosa membutuhkan sekitar 51 hari sejak mengeluarkan uang untuk membeli bahan baku sampai mendapatkan kembali kas dari pelanggan.

Mengapa CCC sangat penting?

  1. Mengukur efisiensi operasional

CCC yang rendah berarti perusahaan cepat mengubah persediaan menjadi penjualan dan cepat menagih pelanggan. Ini menandakan kegiatan operasional perusahaan sehat.

  1. Mengatur kebutuhan kas dan arus kas

Perusahaan bisa memperkirakan kapan uang akan kembali, sehingga lebih mudah merencanakan kebutuhan kas, menghindari kekurangan dana, dan mengatur pembayaran ke kreditur.

  1. Menilai kemampuan perusahaan membayar kewajiban

CCC membantu melihat apakah perusahaan bisa memenuhi kewajiban jangka pendek tanpa harus pinjam uang.

  1. Membandingkan kinerja dengan competitor

CCC bisa digunakan untuk membandingkan efisiensi bisnis dengan perusahaan sejenis. Semakin rendah biasanya semakin baik.

  1. Membantu pengambilan keputusan bisnis

CCC dapat menjadi dasar untuk pengambilan keputusan mengenai persediaan, kebijakan kredit pelanggan, atau negosiasi tempo pembayaran ke kreditur.

Referensi:

Rabu, 12 Agustus 2026

Menulis Introduction standar jurnal terindeks Scopus Q1/Q2

Step I: Mulai dengan Latar belakang yang menukik ke topik

- Konteks lokal nyambung ke isu global

- Kutip rujukan pakar global

- Jelaskan isu lokalnya

- Kaitkan dengan isu besar/global

Step II: Tunjukkan perdebatan globalnya

- Buat kontras

- Kutip rujukan pakar global

- Kaitkan dengan isu teoretisnya

- Jelaskan permasalahannya

- Amplifikasi masalahnya

Step III: Sisipkan kerangka teori (kalaa template jurnalnya menggabungkan intronya dengan tinjauan pustaka)

- Jangan hanya definisi tapi signifikansi teori

- Kutip rujukan pakar global

- Evaluasi/sintesis penelitian global terkait

- Tunjukkan perdebatan teoretisnya

- Kaitkan dengan konteks spesifik kita

Step IV: Turunkan debal global ke konteks lokal

- Paparkan masalah lokal yang nyambung ke isu global

- Perluas lingkup masalah ke konteks lebih luas

Step V: Tunjukkan research gapnya

- Eksplisitkan kekosongan penelitiannya

- Tunjukkan apa yang sudah dilakukan dan belum dilakukan

Step VI: Sebutkan pertanyaan penelitian

- Sebutkan tujuan penelitian sesuai gap di atas

- Sebutkan pertanyaan penelitiannya

Artikel yang bisa dijadikan contoh "Lost in Theory? Negotiating Translanguaging in Theory-Oriented English Teacher Education"

Cash Conversion Cycle

  Cash Conversion Cycle (CCC) adalah indikator untuk mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh Perusahaan untuk mengubah investasi dal...